Api Sejarah 1

Judul : Api Sejarah 1

Penulis : Ahmad Mansur Surya Negara

Penerbit : Salamadani

Jumlah Halaman : 573 Halaman

Buku yang akan Mengubah Dastis Anda Tentang Sejarah Indonesia

Benarkah Kapitan Partimura dan si Singamangaraja XII adalah seorang muslim yang berjuang atas nama jihad fi sabilillah? Apakah benar RA Kartini berjuang mengatasnamakan perempuan muslimah dengan spirit Al Quran?

Tepatkah hari lahir KH. Dewantoro dijadikan sebagai hari pendidikan nasional? Apakah Boedi Utomo tidak menghendaki persatuan indonesia dan tidak mencita-citakan kemerdekaan indonesia? Benarkah bukti yang menyakinkan bahwa Boedi Utomo kerap menghina dan melecehkan Rasulullah SWA dalam setiap pertemuan mereka?

Semuanya akan dibongkar dalam buku API SEJARAH: buku yang akan mengubah drastis pandangan anda tentang sejarah indonesia.

Bab Pertama

Pasar sebagai gerbang Islamisasi Indonesia

Gerak sejarah islam berputar sangat menakjubkan. Meluas hingga ke batas cakrawala dunia. Bukan gerakan dari istana ke istana, melainkan dari pasar ke pasar. Para wirausahawan muslim tidak hanya memasarkan komoditi barang dagangan, tetapi juga menjadikan pasar sebagai arena amal niaga ajaran islam, menumbangkan ajaran politeisme dandigantikan dengan ajaran tauhid. Kemudian islam dengan ditegakkannya syariat islamdisambut sebagai liberating forces.Kekuatan pembebas dari belenggu ajaran yang menyesatkan.

Rasulullah. SAW sebelum memperoleh wahyu, semula beliau sebagai seorang wirausahawan. Hal ini disiapkan sebelumnya dengan kehidupan yang bergumul dengan hiruk piruk pasar, sejak usia dini, yaitu usia 8 tahun hingga dewasa 40 tahun. Selama 32 tahun nabi berprofesi sebagai wirausahawn. Namun dikarenakan wahyu Allah.Swt, pada usia 40 tahun, berubahlah menjadi rasulullah.SAW. Berjuang menadakwahkan islam selama 23 tahun.

Bab Kedua

Nusantaradalam pandangan pakar peta bumi muslim

Sualiman as-sirafi, wirausahawan muslim dari Persia pernah mengunjungi timur jauh mengatakan bahwa pada abad ke-2 H, di Sula atau Sulawesi terdapat wirausahawan atau pedagang muslim. Hal ini dapat dipastikan, sebelum mencapai Maluku. Singgah terlebih dahulu di Sulawesi, adapun komoditi utama pada waktu itu berupa rempah-rempah dan wewangian. Keduanya hanya terdapat di Maluku dan sekitarnya.

Timbullah pertanyaan, mengapa nama-nama pulau di Indonesia yang ajuh dari Jaziarah Arab, menggunakan nama-nama yang berasal dari bahasa Arab.Jawaban hal ini memberikan gambaran betapa besarnya pengaruh islam terhadap penamaan peta dunia dan nusantara didalamnya. Dengan kata lain, jauh sebelum barat pada abad ke-16 mulai tampil sebagai imperialis, terlebih dahulu islam melahirkan cendikiawan muslim, termasuk pakar geografi dalam pembuatan peta bumi.

Nama-nama pulau, samudra, semenanjung, bukit semula menggunakan istilah atau nama-nama bebahasa arab hal ini terjadi karena peta bumi di ciptakan oleh pakr geografi muslim dari Arab. Misalnya ”Gibraltar” semula “Jabal Ath-thariq”, kemudaian jazirah maluku disebut demikian karena berasal dari jazirah Al-muluk. Di jazirahtersebut dikuasai oleh para raja ata al-muluk. Pulau Sumatra disebut Andalusia, artinya memiliki keindahan dan kesuburan sama dengan Spanyol karena itu disebut Andalusia oleh Mu’awiyah. Danau Toba berasal dari Thayyibah artinya indah serta baik airnya dalamn bahasa Arab.

Dengan banyaknya nama wilayah dengan berbahasa Arab dan banyaknya daerah hunian wirausahawan islam dari Banda Aceh hingga pulau Banda sebagai bukti Indonesia sudah mengadakan hubungan niaga dengan Arabia. Namun, dalam penulisan sejarah Indonesia pada masa pemerintahan kolonial Belanda sering disebut sebatas hubungan niaga Timur Tengah dengan India dan Cina, tanpa menyebutkan nusantara Indonesia. Hal ini sebagai dampak dari sitem penulisan sejarah berdasarkan “Neerlando Sentrisme” ditulis dari sudut pandantg dan peran Belanda.

Realitas fakta dari nama tempat yang menggunakan bahasa Arab, memandu bagi yang mempertanyakan dari mana datangnya agama islam yang masuk ke nusantara. Jika benar agama islam berasal dari Gujarat Indiq seperti yang dituturkan oleh Prof.Dr.C. Snouck Hurgronje, tentu banyak pulau atau wilayah lain yang penting akan terdapat banyak hunian pedagangGujarat.

Namun dalam kenyataan catatan sejarah, di kota-kota besar di Jawa ataupun di luar Jawa hingga pulau Banda terdapat banyak hunian pedagang Arab, sebaliknya sangat langka adanya wilayah hunian pedagang Gujarat. Tidak dapat diragukan lagi dinusantara dan dunia pada umumnya ditemukan fakta dan data justru adanya banyak pedagang atau wirausahawan China.

Bab Ketiga

Pengaruh Islam Terhadap Mongol dan Barat

Bangsa Mongol di bawah Hulagu, mendatangi Timur Tangah, pada awalnya menumbangkan kekuasaan Khalifah Abbasiyah di Baghdad, penghancur segenap Dinasti Genghis Khas yang dinilai sebagai bangsa diabad, penghancur segenap budaya dan peradaban yang didatanginya, mereka mampu bembah menjadi bangsa yang aktif berpartisipasi mengmbangkan dakwah islam.

Sampai di sini sejarah mencatat, islam tidak hanya mengubah bangsa Arab yang berbudaya jahiliyah, berubah menjadi bangsa yang beradaban tinggi. Namun juga bangsa Mongol yang di kenal sebagai penghancur peradaban. Setelah mengenal islam, Mongol berbalik ikut berpartisipasi aktif dalam mendakwakan ajaran islam untuk menggantikan islam sebagai agama resmi negaranya.

Genghis Khan sendiri menurut Chester A.Bain dalam “The Far East” menolak ajakan Paus, yakni John dari Plano Carpini agar masuk agama katholik dan bekerja sama dalam menghancurkan islam pada 1246 M. Utusan Prancis yang dipimpin oleh Andrew dari longomeau dan william of Rubnick, 1249 dan 1252 M, dengan tujuan yang sama, tetapi ditolak oleh Geenghis Khan.

Sejarah mencatat, tumbangnya kekuasaan politik islam atau kekhilafan, tidak berarti hilang musnahnya ajaran islam. Justru sebaliknya, seperti khalifah Umayah yang ditumbangkan oleh kerajaan katolik Spanyol dan Portugis. Namun Barat selangkan demi selangkah meniru budaya islam.

Sistem pendidikan islam, Universitas Islam Qurtubah di Andalusia atau Universitas Kordoba di Spanyol, Universitas Islam Nizamiyah di Bghdad, Universitas Al-Azhar di Mesir ditiru oleh Universitas Barat ataupun Mongol dan Universitas Hochow di China.Ditiru sistem kurikulum, ujian dan sampai pemakaian “jubah” berbahasa Arab, digunakan dengan nama “toga”,

berbahasa latin pada waktu wisuda. Perhatikan warna hitam jubah atau toga sebagai simbol “kiswa ka’bah”. Dengan ilmu dan gelar bukan untuk bertingkah laku takabur, melainkan justru untuk lebihmendekat dan menyembah Allah yang memilik baitullah. Perhatikan topi toga berbentuk segi empat sebagai lambang ka’bah yang berbentuk segi empat. Di Indonesia, topi toga berubah menjadi segi lima. Tidak sesuai lagi dengan bentuk ka’bah yang persegi.

Budaya mandi dengan swiming pool (kolam renang) yang dikenalkan oleh Bani Umayah di Spanyol menjadikan Barat mengnal budaya mandi, dan masih banyak lagi peralihan budaya Barat meniru islam untuk dituliskan. Terutama berkurangnya monarki Absolut di Barat karena terpengaruh islam yang memiliki tata hukum yang mengatur par pemegang kekuasaan dan amanah dari rakyat. Barat baru mulai dengan program Magna Charta bam pada abad ke-13.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>